Jumat, 23 November 2012

Sharing Ilmu dan Pengalaman Bersama Micky Peressia



Sabtu, 17/11/12, Crew UPN Televisi bersama mahasiswa baru mengikuti kegiatan sharing bersama. Sharing bersama ini berlangsung mulai 11.00 sampai 13.00 di Lab. UPN Televisi. Dalam sharing kali ini, Crew UPN Televisi mengundang Micky Peressia, Alumni Ilmu Komunikasi UPNVJatim yang sekarang bekerja sebagai Camera Person di Trans7.

Micky Peressia mengajarkan teknik pengambilan gambar



















Dalam kesempatan itu, mas Micky, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa bekerja di dunia pertelevisian nasional, hal yang paling diutamakan adalah minat. Kita bisa mengetahui apa minat kita dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau organisasi kampus. Selain kita bisa mengerahui minat kita, dalam kegiatan organisasi itu kita juga akan mengasah bakat kita.

Selain sharing pengalaman, mas Micky juga mempraktekkan dasar teknik pengambilan gambar bersama crew dan mahasiswa baru di luar lab. Mahasiswa baru dengan antusias mendengar dan menyimak arahan mas Micky.
Menurut Rossy, salah satu crew, sharing kali ini sangat seru dan bermanfaat melihat antusias mahasiswa baru berinteraksi dengan narasumber. Ternyata bekerja di dunia pertelevisian juga membutuhkan pengalaman berorganisasi untuk mendukung minat dan bakat kita, lanjutnya. [megzomorfa]

Suasana sharing bareng Micky Peressia


Minggu, 07 Oktober 2012

Bahasa Shoot dan pergerakan kamera

A. Bahasa Shot

Kebanyakan dari gambar televisi adalah shot dari manusia, maka ukuran dasar dari shot-shot yang sering dipergunakan adalah berdasarkan ukuran badan manusia. Untuk bekerja lebih cepat maka shot-shot yang diinginkan di buat dengan semacam kode. 
Lima shot dasar yang biasa digunakan dalam pertelevisian adalah: 
1. Close Up (CU)
2. Medium Close Up (MCU)
3. Medium Shot (MS)
4. Medium long Shot (MLS)
5. Long Shot (LS) 

*Lebih jelasnya klik disini

B. Bahasa Pergerakan Kamera

Pedestal dan tripod merupakan alat yang paling umum digunakan untuk menempatkan kamera televisi. Maka kamera dapat digerakkan ke segala arah sesui dengan keinginan kita. Beberapa pergerakan kamera yang dikenal secara internasional adalah:
1. Panning
Pan merupakan cara pengambilan gambar dengan menggunakan badan kamera ke arah horizontal, tetapi tidak akan merubah posisi kameranya.
Ada beberapa jenis Pan yang sering digunakan dalam operasional sehari-hari, meskipun pada dasarnya pergerakannya sama yaitu menggerakkan badan kamera ke arah horizontal, tetapi maksud dan tujuannya berbeda.
- Following Pan adalah mengikuti sebuah gerakan dari subyek dengan gerakan panning kekiri ataupun kekanan.
- Survering Pan adalah kamera secara perlahan-lahan akan menelusuri pemandangan, baik pemandangan hanya sekelompok orang maupun alam. Dari shot ini bisa membentu keinginan penonton untuk dapa mengetahui lebih mendalam.
- Interrupted Pan : Gerakan panning yang demikian merupakan gerakan yang halus, tetapi dengan tiba-tiba di hentikan dengan maksud untuk menghubungkan dua buah subyek dimana subyek tersebut terpisah satu dengan lainnya. 
- Kecepatan Panning : sebuah Pan yang dilakukan dengan cara perlahan-lahan dapat menimbulkan keuntungan maupun kerugian.
- Whipe Pan : merupakan gerakan panning yang dilakukan dengan cepat sehingga tidak dapat memperlihatkan rincian gambarnya.

2. Tilting
Tilting seperti halnya panning, hanya bedanya gerakan badan kamera dilakukan ke arah vertikal, dengan komando tril up-til down. Teknik ini digunakan untuk menunjukkan ketinggian atau kedalaman serta menunjukkan adanya satu hubungan.

3. Dollying/Tracking
Gerakan kamera yang menuju ke subjek disebut dolly in, sedang yang menjauhi subjek disebut dolly back dan gerakan dolly ini disebut juga Tracking, dengan demikian komando yang dipakai juga hanya dolly, menjadi tracking in/out/back.

4. Zoom
Zoom in dan zoom out merupakan salah satu pergerakan dengan tidak menggerakkan kamera sama sekali. Effek yang dihasilkan dari zoom sangat berlainan dengan effek dari suatu pergerakkan yang dilakukan dengan tracking.

Minggu, 30 September 2012

SOP Pelaksanaan Produksi

Tahapan Pelakasanaan Produksi
Suatu produksi audio video yang melibatkan banyak orang, biaya yang besar dan banyak peralatan maka perlu pengorganisasian yang rapi dan perlu suatu tahapan produksi yang jelas. Tahapan produksi terdiri dari tiga bagian yang lazim di industri televisi dikenal dengan istilah standard operation procedure (SOP), seperti berikut :
a. Pra Produksi (ide, perencanaan dan persiapan)
b. Produksi (Pelaksanaan)
c. Paska produksi (penyelesaiaan dan penayangan)

a. Pra Produksi
Tahap ini sangat penting, sebab pekerjaan jika dilakukan secara terperinci maka sebagian pekerjaan dari produksi sudah beres. Tahapan pra produksi meliputi tiga bagian:
1 Penemuan ide
Tahap ini ketika seorang produser menemukan ide atau gagasan, membuat riset dan menuliskan naskah agar gagasan semakin berkembang.
2. Perencanaan
Tahap ini meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), penyempurnaan naskah, pemilihan artis, lokasi dan crew.
3. Persiapan
Tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perizinan dan surat menyurat. Latihan (rehearsal) para talent dan pembuatan setting, meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan. Kunci keberhasilan produksi program audio video sangat ditentukan oleh keberhasilan pada tahap perencanaan dan persiapan ini.

b. Produksi
Setelah perencanaan dan persiapan selesai, maka pelaksanaan produksi dimulai. Sutradara bekerja sama dengan para artis dan crew mencoba mewujudkan apa yang direncanakan dalam kertas dan tulisan (shooting script) menjadi gambar, susunan gambar yg dapat bercerita. Semua shot yang dibuat dicatat mulai dari saat pengambilan , isi shot dan time code pd akhir pengambilan gambar. Catatan kode waktu ini sangat berguna dalm proses editing.
 
c. Paska Produksi/Editing 
Menggabungkan beberapa hasil pengambilan gambar dan suara dengan urutan – urutan yang benar sesuai dengan naskah / script, dan juga menurut panjang dan irama tertentu yang tepat dengan keadaan cerita atau irama musik. Tujuan Editing [Combining, Trimming, Building]
a. Menggabungkan (combine)
Pada dasarnya, editing memeng persoalan tentang menggabungkan atau menyatukan shot-shot, sehingga tercapai perpaduan beberapa shot agar terbentuk kesatuan yang selaras dari bahan yang diambil. Proses penggabungan untuk memperoleh kontinuitas gambar ini merupakan suatu kreativitas seni tersendiri, dalam hal ini faktor pengalaman , dasar acuan, isi pesan yg disampaikan akan mempengaruhi nilai kreativitas pd proses penggabungan gambar.
b. Memengkas (trim)
Trimming atau memangkas merupakan salah satu pekerjaan editor dlm memotong bahan yg ada untuk membuat video tape akhir sesuai dengan penempatan wktu yg tersedia atau menghapus bahan-bahan yg tidak ada hubungannya. Seperti halnya yg dilakukan editor berita dimana harus membuat cerita lengkap dalam waktu yg singkat dan memangkas bahan yg ada sampai keminimalannya, misalnya produser memberi wktu 20 detik utk membuat cerita tentang tabrakan kereta, meskipun bahan berita yg diberikannya panjangnya 10 menit gambar yg bagus, akan tetapi tetap saja hrs memotong atau memangkas beberapa shot yg tidak diperlukan. Kata trim juga digunakan oleh editor pd editing control dlm membuat penambahan atau mengurangi dr edit point yg dibuat.
c. Membangun (build)
Membangun suatu cerita merupakan hal yg plg sulit. Seorang editor hrs membangun sebuah cerita dr shot-shot yg baik. Dalam membangun sebuah cerita , editor tidak boleh asal memilih beberapa shot serta menggabungkannya dalam sekuen, tetapi hrs mengambil beberapa shot dan transisi yg efektif utk membangun atau membuat cerita menjadi cerita utuh.

Setelah proses editing selesai, hasil video langsung di preview dan di evaluasi agar bisa perbaiki lagi dan kemudian di tayangkan ke televisi. Evaluasi perlu dilakukan agar kesalahan yang sudah terjadi, tidak terjadi lagi saat produksi selanjutnya.

SOP Pengoperasian Kamera

Memastikan kondisi kamera dalam keadaan baik saat proses peliputan sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan saat proses peliputan berlangsung. Yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Lakukan pengecekan fisik kamera secara menyeluruh dan peralatan pendukung. Misalnya cek body kamera, lensa kamera, baterai, kaset, mikrofon, kabel, tripod, dll. Pastikan semuanya dalam kondisi siap pakai.
  2. Bersihkan kotoran yang menempel pada  komponen kamera seperti body kamera maupun lensa kamera menggunakan tissue kamera dan splasher (penyemprot khusus)
  3. Pastikan bahwa kaset sudah dimasukkan dalam VTR kamera
  4. Reset Time Code menjadi 00:00:00 hal ini dilakukan untuk mempermudah kita mengetahui total durasi yang digunakan. Cek juga tomblo retreview dalam kondisi normal
  5. Buat color bar selama kurang lebih 10 detik. Color bar berfungsi sebagai pembatas item/tema setiap segmen. Perhatikan betul gradasi warna yang nampak pada view finder atau LCD kamera. Ini akan memudahkan editor saat mengedit video.
  6. Setup audio untuk atmosfer dan wawancara, lakukan pengecekan menggunakan mic dan dengarkan menggunakan headset untuk memastikan bahwa mice berfungsi. Sebaiknya audio tidak melebihi 10 dessible. Jika lebih dari itu, maka audio yang dihasilkan pecah.
  7. Periksa filter kamera. Penggunaan filter yang salah akan menyebabkan hasil gambar menjadi bluish/greenish/yellowish.
  8. Lakukan juga setup white balance menggunakan kertas putih dan letakkan pada lokasi dengan pencahayaan dominan. Kesalahan saat mengatur white balance akan berpengaruh pada warna objek saat direkam.
  9. Cek fungsi-fungsi yang terdapat pada kamera seperti iris, fokus, dan tombol zoom. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik.
  10. Ulangi pengecekan sebelum berangkat liputan (jika tidak terdesak) pastikan semuanya dapat digunakan.
  11. Setelah selesai peliputan, pastikan kamera dan peralatan pendukungnya masih seperti awal saat akan dipakai. Jika ada kerusakan, segera melapor pada divisi maintenance.

Jumat, 21 September 2012

Swama UPN Televisi, Undang Ka.Progdi Komunikasi dan Himakom

foto bersama crew dan narasumber
Jumat,21/9/12, Crew Suara Mahasiswa atau Swama produksi di lobby depan Fisip UPN Veteran Jatim. Swama yang di produseri oleh Enta ini mengangkat tema "HIMAKOM". Yang menariknya dalam acara tersebut, hadir juga Bapak Juwito, MSi selaku Ka.Progdi ilmu komunikasi UPN Veteran Jatim.

Dalam kesempatan yang sama, hadir juga perwakilan dari HIMAKOM yakni, Fidia dan Abdul. Keduanya merupakan perwakilan Himakom yang menjadi bintang tamu sekaligus narasumber untuk episode kali ini. Swama yang tayang setiap rabu ini, mengajak mahasiswa untuk lebih mendengar, apa saja aspirasi mahasiswa seputar kampus UPN.

Acara yang di pandu Arwinda Rossy ini, menjadi salah satu program yang sempat menduduki rating teratas di antara program UPN Televisi lainnya. Selain itu, crew Swama juga berharap kedepannya swama bisa menduduki rating teratas lagi menggantikan posisi fresh musik.

Produksi yang berjalan sekitar 2 jam ini, ditutup dengan foto bersama crew dan bintang tamu. Selain itu Crew Swama akan mencoba untuk menghadirkan topik - topik baru, yang nantinya bisa di nikmati oleh pemirsa.(JOJO.RED)

Crew UPN Televisi, Interview Calon Angkatan Muda

BPH saat interview maba
Rabu, 19/9/12, bertemapt di Studio UPN Televisi, Para mahasiswa baru mengikuti interview masuk menjadi anggota UPN Televisi. Interview dimulai pukul 12.00 siang ini, diikuti kurang lebih 70 dari total jumlah 95 maba yang mendaftar.

Menurut Ariya, salah satu crew yang menginterview, maba tahun ini sudah banyak yang memiliki kemampuan di bidang broadcasting. Dan mereka juga sudah ada yang pernah mengampuh sekolah broadcast di tempat lain. antusiasme para maba, juga di tandai dengan interestnya saat menunggu interview berlangsung.

Suasana interview Maba di studio UPN TV
Selain itu, salah satu maba sempat takut dengan proses interview ini. Mereka takut jika tidak diterima di UPN Televisi. Namun hal tersebut di bantah oleh Arwinda Rossy selaku Pimpinan umum UPN Televisi. Ia mengatakan bahwa interrview ini bukan untuk diterima atau tidak, tetapi seluruh crew UPN Televisi ingin mengetahui sosok maba yang akan menjadi AM UPN Teleevisi.

Interview berakhir sekitar pukul 14.00. Dan bagi Maba yang belum interview di harapkan bisa mengikuti interview di gelombang selanjutnya. Rossy berharap kedepannya, para Maba bisa belajar lebih lagi di UPN TV dan dapat bergabung menjadi keluarga besar UPN Televisi.(JOJO.RED)

Senin, 17 September 2012

Sharing Pengantar Produksi, bersama Alumni UPN TV


mbak ayu saat sharing seputar
Sabtu, 15/9/12 Crew UPN Televisi mengikuti sharing bersama yang di adakan setiap sabtunya. Sharing yang bertujuan untuk menambah pengetahuan crew ini berlangsung dari pukul 14.00 sampai dengan 16.00. Dalam sharing bersama ini, crew upn tv mengundang siti rahayu (Ayu) alumni UPN TV yang pernah bekerja di TV lokal.

Dalam kesempatan tersebut, mbak ayu sapaan akrab crew menyampikan bahwa ada hal utama yang harus di pegang oleh seorang crew televisi yaitu SOP. Standar Operasional Prosedur inilah yang dipakai crew televisi untuk memberikan program acara terbaik mereka.

Mbak ayu, juga menambahkan bahwa ada yang perlu diperhatikan saat memproduksi program acara, yakni pra produksi, produksi, dan pasca produksi. selain itu banyak hal yang harus dilihat ketika membuat sutu program, mulai dari konsep sampai menjadi program acara.

Menurut Mega salah satu crew UPN TV, sharing bersama ini sangat berguna untuk mengetahui dan lebih paham masing masing crew produksi. Ia juga menambahkan bahwa ternyata gampang - gampang susah, yang paling penting harus dinikmati saja.(JOJO.RED)


 
susasana sharing bersama crew UPN TV

ZENLIST - First Event Angkatan Muda UPN Televisi 2019

ZENLIST “Citizen Journalist” merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda UPN Televisi 2019. Bertempat di Ruang Se...